PENGANTAR
JARINGAN WIRELESS
Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network
bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan
penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable
memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya
dibutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan
pancaran signal radio dari masing masing computer.
Keuntungan dari sistem WIFI , pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan
hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak
pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu
dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai
relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah
(directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu
perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke
beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat
disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network
LAN.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC
dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan
saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri
tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless
dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai
identitas.
Kedua jaringan paling umum dan lebih mudah saat ini dengan sistem
Access point dengan bentuk PCI card atau sebuah unit hardware yang memiliki
fungsi Access point untuk melakukan broadcast ke beberapa computer client pada
jarak radius tertentu.
Dibawah ini menjelaskan bagaimana cara sebuah computer dapat saling
terhubung dengan network wireless
Infra Structure, Adhoc dan Publik Service Wireless
Network
Sistem
Adhoc
adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke
1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah
membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya
dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB.
Jadi terdapat 2 computer dengan perangkat WIFI dapat langsung
berhubungan tanpa alat yang disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak
lagi mengenal sistem central (yang biasanya difungsikan pada Access Point).
Sistem Adhoc hanya memerlukan 1 buah computer yang memiliki nama SSID atau
sederhananya nama sebuah network pada sebuah card/computer.
Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem BSSID (Basic Service
Set IDentifier - cara ini tidak umum digunakan), untuk mengenal sebuah nama
computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah diberikan tanda atau nomor
khusus tersendiri dari masing masing card atau perangkat network termasuk
network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk pemakaian sementara misalnya
hubungan network antara 2 computer walaupun disekitarnya terdapat sebuah alat
Access Point yang sedang bekerja.
SSID adalah nama sebuah network card atau USB card atau PCI card
atau Router Wireless. SSID hanyalah sebuah nama untuk memberikan tanda dimana
nama sebuah perangkat berada. BSSID adalah nama lain dari SSID, SSID diberikan
oleh pemakai misalnya "pcsaya" pada computer yang sedang digunakan
dan computer lainnya dibuatkan nama "pckamu". Sedangkan BSSID
mengunakan basis MAC address. Jangan terlalu bingung dengan istilah baru
tersebut. Bila sebuah koneksi wireless ingin saling berhubungan, keduanya harus
mengunakan setup Adhoc. Bila disekitar ruangan terdapat perangkat Access Point,
perlu diingatkan untuk mengubah band frekuensi agar tidak saling adu
kuat signal yang memancar didalam suatu ruangan.
Sistem
kedua yang paling umum adalah Infra Structure.
Sistem Infra Structure membutuhkan sebuah perangkat khusus atau
dapat difungsikan sebagai Access point melalui software bila mengunakan jenis
Wireless Network dengan perangkat PCI card.
Mirip seperti Hub Network yang menyatukan sebuah network tetapi
didalam perangkat Access Point menandakan sebuah sebuah central network dengan
memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer
lain. Untuk mengambarkan koneksi pada Infra Structure dengan Access point
minimal sebuah jaringan wireless network memiliki satu titik pada sebuah tempat
dimana computer lain yang mencari menerima signal untuk masuknya kedalam
network agar saling berhubungan. Sistem Access Point (AP) ini paling banyak
digunakan karena setiap computer yang ingin terhubungan kedalam network dapat
mendengar transmisi dari Access Point tersebut.
Access Point inilah yang memberikan tanda apakah disuatu tempat
memiliki jaringan WIFI dan secara terus menerus mentransmisikan namanya -
Service Set IDentifier (SSID) dan dapat diterima oleh computer lain untuk
dikenal. Bedanya dengan HUB network cable, HUB mengunakan cable tetapi tidak
memiliki nama (SSID). Sedangkan Access point tidak mengunakan cable network
tetapi harus memiliki sebuah nama yaitu nama untuk SSID.
Keuntungan
pada sistem access point (AP mode):
- Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC
tentu lebih mudah pengaturan dan computer client dapat mengetahui bahwa
disuatu ruang ada sebuah hardware atau computer yang memancarkan signal
Access Point untuk masuk kedalam sebuah network .
- Keuntungan kedua bila mengunakan hardware
khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan 24 jam untuk melayani network.
Banyak hardware Access point yang yang dihubungkan ke sebuah hub atau
sebuah jaringan LAN. Dan computer pemakai Wifi dapat masuk kedalam sebuah
jaringan network.
- Dan sistem security pada model AP lebih
terjamin. Untuk fitur pengaman sebuah Hardware Access Point memiliki
beberapa fitur seperti melakukan block IP, membatasi pemakai pada port dan
lainnya.
Sebuah Access point baik berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan
pada slot computer atau jenis USB card dan lainnya dengan mengaktifkan fungsi
Access point ataupun sebuah alat khusus Access point yang berdiri sendiri
dengan antena dan adaptor power bisa difungsikan sebagai Bridge
network, router (gateway).
Sistem Access point juga diterapkan pada sebuah layanan service.
Misalnya layanan network disebuah terminal airport atau layanan khusus yang
dibuat sebuah service provider untuk internet umumnya mengunakan sistem Adhoc.
Pada sistem layanan tersebut biasanya pemakai Wifi harus login sesuai ketentuan
yang diperlukan dari penyelangara service tersebut.
Contoh pada gambar dibawah ini. Setting tersebut digunakan oleh
Windows dimana pemakai memilih apakah akan terkoneksi ke jaringan bebas
misalnya layanan service internet dari sebuah service provider (ISP), atau
untuk memasuki jaringan dari sebuah network atau melakukan hubungan dengan
computer lain secara peer to peer.
Pemakai dapat memberikan sebuah nama untuk satu alata Access Point.
Nama tersebut dikenal dengan Service Set IDentifier (SSID) atau nama sebuah
network dan dipengaruhi oleh huruf besar kecil (case sensitive). Untuk batas
memiliki panjang maksimum 32 karakter untuk sebuah nama SSID network. SSID
nantinya akan dibawah sebagai nama dari gelombang frekuensi yang diterima oleh
card WIFI lain agar dikenal keberadaannya oleh computer lain.
Bila digambarkan secara sederhana, misalnya sebuah computer dalam
kondisi Access Point mode atau sebuah hardware diberikan nama
"pcgue", maka bisa dibayangkan alat tersebut atau computer tersebut
sedang berteriak dengan nama PCGUE , dan computer lain akan mengenal oh disana
ada network WIFI dengan nama PCGUE sebagai nama SSID.
Untuk standard, dibawah ini adalah
standard yang umum digunakan bagi indoor computer wireless network.
Standard 802.11a, 802.11b, 802.11g
802.11a
Standard 802.11a, adalah model awal yang dibuat untuk umum.
Mengunakan kecepatan 54Mbps dan dapat mentranfer data double dari tipe g dengan
kemampuan bandwidth 72Mbps atau 108Mbps. Sayangnya sistem ini tidak terlalu
standard, karena masing masing vendor atau pabrikan memberikan standard
tersendiri. 802.11a mengunakan frekuensi tinggi pada 5Ghz sebenarnya sangat
baik untuk kemampuan tranfer data besar. Tetapi 802.11a memiliki kendala pada
harga , komponen lebih mahal ketika perangkat ini dibuat untuk publik dan
jaraknya dengan frekuensi 5GHz konon lebih sulit menembus ruang untuk kantor.
Pemilihan 5Ghz cukup beralasan, karena membuat pancaran signal frekuensi
802.11a jauh dari gangguan seperti oven microwave atau cordless phone pada
2GHz, tetapi frekuensi tinggi juga memberikan dampak pada daya jangkau relatif
lebih pendek
802.11b
Sempat menjadi dominasi pemakaian tipe b. Standard 802.11b
mengunakan frekuensi 2.4GHz. Standard ini sempat diterima oleh pemakai didunia
dan masih bertahan sampai saat ini. Tetapi sistem b bekerja pada band yang
cukup kacau, seperti gangguan pada Cordless dan frekuensi Microwave dapat
saling menganggu bagi daya jangkaunya. Standard 802.11b hanya memiliki
kemampuan tranmisi standard dengan 11Mbps atau rata rata 5MBbit/s yang
dirasakan lambat, mendouble (turbo mode) kemampuan wireless selain lebih mahal
tetapi tetap tidak mampu menandingi kemampuan tipe a dan g.
802.11g
Standard yang cukup kompatibel dengan tipe 802.11b dan memiliki
kombinasi kemampuan tipe a dan b. Mengunakan frekuensi 2.4GHz mampu
mentransmisi 54Mbps bahkan dapat mencapai 108Mbps bila terdapat inisial G atau
turbo. Untuk hardware pendukung, 802.11g paling banyak dibuat oleh vendor.
Secara teoritis mampu mentranfer data kurang lebih 20Mbit/s atau 4 kali lebih
baik dari tipe b dan sedikit lebih lambat dari tipe a.Karena mengunakan carrier
seperti tipe b dengan 2.4Ghz, untuk menghadapi gangguan frekuensi maka
ditempatkan sistem OFDM
Secara teoritis perbandingan dapat dilihat pada tabel dibawah ini (
sumber homenethelp.com)
Technology
|
Kecepatan
|
Ethernet 10/100
|
100Mbs
|
802.11b
|
11Mbps
|
802.11a
|
52/72 Mbps
|
PhoneLine 2.0
|
10Mbps
|
Gigabit Ethernet
|
1000Mbps
|
802.11g/turbo
|
22/54/108Mbps
|
Firewire
|
400Mbps
|
Bluetooth
|
1.5Mbps
|
HomeRF 2.0
|
10Mbps
|
PowerLine
|
14Mbps
|
Karena sistem WIFI mengunakan transmisi frekuensi secara bebas, maka
pancaran signal yang ditransmit pada unit WIFI dapat ditangkap oleh computer
lain sesama pemakai Wifi. Tentu kita tidak seseorang masuk kedalam jaringan
Network tanpa ijin. Pada teknologi WIFI ditambahkan juga sistem pengaman
misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy) untuk pengaman sehingga antar computer
yang telah memiliki otorisasi dapat saling berbicara.
Non Secure, WEP & WPA
Pengamanan sistem Wireless Network dibagi dapat dilakukan dengan
beberapa cara. Untuk pemakaian umum dibagi atas NonSecure dan Share Key
(secure)
Non Secure / Open: Pertama
no-security atau tanpa pengaman dimana computer yang memiliki WIFI dapat
mendengar transmisi sebuah pancaran WIFI dan langsung masuk kedalam network.
Share Key : adalah alternatif
untuk pemakaian kunci atau password. Untuk contoh, bila sebuah network
mengunakan WEP
Ketentuan Security WEP dibagi 2 yaitu 40/64-bit -10 Hex character
(weak security) dan 104/128-bit - 26 Hex character (a bit better security).
Mengunakan sistem WEP sangat mudah, setiap computer yang mentransmisi signal
WIFI atas keberadaan sebuah network atau computer yang mengetahui adanya sebuah
network dengan WIFI harus memiliki WEP yang sama. Caranya cukup mengaktifkan
sistem WIFI pada option program Windows dengan Prefered Network yang sama.
Misalnya sebuah computer memasang kunci security "abcde"
atau urutan HEX , maka computer yang akan masuk kedalam jaringan harus
memasukan huruf "abcde" atau tanda dalam format HEX untuk kunci yang
sama.
Sistem WEP biasanya diaktifkan bila sistem network dari WIFI
memerlukan pengamanan dan tidak menghendaki sembarang computer masuk tanpa
ijin. Dengan kata lain code dari WEP adalah kunci masuk computer pada sistem
network yang memiliki pengaman. 1 karakter memiliki 8 bit dan 1 hex mengunakan
4 bit. 40/64 bit ascII untuk WEP diartikan 5 karakter atau 10 HEX (number
karakter =rahas) sedangkan 128bit ascII diartikan 13 karakter atau 26 HEX
(number karakter = contoh 0x3d4e872a / harus dimulai dengan 0 dan huruf kecil).
Bila mengunakan kombinasi pada sistem Encrypt, beberapa hardware memiliki
perbedaan pada kemampuan 64 bit dan 128 bit atau hanya memiliki sistem encrypt
64 bit saja
Hal kecil yang sering terlupakan ketika mencoba mengkoneksi.
Pemilihan band untuk Wireless network, untuk satu network gunakan band
yang sama. Pemilihan Band frekuensi sebenarnya dapat dibuat secara otomatis
oleh hardware tetapi ada baiknya mengenal dari fungsi Band dimana sebuah
Wireless Network perlu mengunakan band yang sama. Bila anda mengunakan Wireless
network dan ingin saling berhubungan, jangan lupa memilih band frekuensi yang
sama sebelum pusing karena sebuah computer tidak dapat saling berhubungan
karena lupa memilih band frekuensi.
Setup Network
Apa saja yang perlu di Install pada koneksi Wireless untuk masing
masing client. Pada gambar bawah adalah komponen yang digunakan untuk computer
dapat saling berhubungan. Cara ini sangat mendasar dan sama penerapannya pada
koneksi network dengan cable UTP. Seandainya saja computer anda tidak dapat
saling berhubungan, coba periksa bagian dibawah ini. Dan gunakan Setup Network
Wizard untuk menginstall system network dari Windows XP
Macam-macam kartu jaringan wireless
Peralatan ( Hardware )
Dibawah ini adalah contoh dari perangkat dan jenis untuk
perlengkapan WIfi (Wireless Network)
Hardware
Access Point + plus.
Perangkat dibawah ini adalah perangkat standard yang digunakan untuk
access point. Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan
dual fungsi sebagai internal router. Bahkan pada model terbaru sudah
ditambahkan teknologi Super G dengan kemampuan double transmisi, smart DHCP
bagi client network dan hardware standard monitor serta Firewall dan
sebagainya.
Alat Access point dapat dipasangkan pada sebuah hub, cable modem atau
alat lainnya untuk menghubungkan computer dengan WIFI kedalam sebuah network
lain.
PCMCIA Adapter.
Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot.
Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit.
USB Wireless Adaptor
Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WIFI. Alat ini
mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan
fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WIFI
Adapter memiliki batasan. Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan
sistem WIFI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan,
penambahan perangkat Wireless USB adaptor adalah pilihan yang tepat, karena
bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan
supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah,
selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya
pancar dan penerimaan pada jenis perangak ini.
USB Add-on PCI slot
Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk
melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI
card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard
termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut. Perangkat pada gambar
dibawah ini juga dapat diaktifkan sebagai Access Point melalui software driver.
Kekuatan alat ini terletak pada antenna, dan memiliki jangkauan sama seperti
PCI Wireless adaptor.
Mini PCI bus adapter
Perangkat miniPCI bus untuk WIFI notebook berbentuk card yang
ditanamkan didalam case notebook. Berbeda dengan card yang digunakan pada
computer dengan PCI interface. PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada
notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam
sebuah notebook. Umumnya perangkat hardware dengan miniPCI bus tidak dijual
secara umum, tetapi model terbaru seperti pada Gigabyte GN-WIAG01 dengan
kemampuan WIFI Super G sudah dijual bebas untuk upgrade Wireless adaptor bagi
sebuah notebook.
Perangkat mini PCI untuk wireless nantinya diberikan 2 buah socket
antena dan terhubung dengan antena di sisi layar sebuah notebook. Untuk
keterangan dimana perangkat ini dipasang, dapat dilihat pada gambar menginstall
Mini PCI bus.
Install Mini PCI bus Wireless Adaptor - Click picture for detail
|
Adalah contoh sebuah notebook dengan interface PCIbus yang masih
kosong.
|
Bila sebuah notebook sudah mendukung teknologi WIFI, biasanya
sudah disediakan 2 kabel antenna yang menghubungkan PCIbus card ke external
antenna.
|
Adalah penempatan jack antenna untuk PCImini card WIFI
|
|
|
|
|
PCI card wireless network
PCIcard Wireless network dapat juga berupa sebuah card WIFI yang
ditancapkan pada slot computer atau dengan mengambil power dari USB tetapi
dipasangkan pada PCI slot. Perangkat Wireless network dapat juga diaktifkan
menjadi Access point. Perangkat jenis PCI card dipasangkan permanen pada sebuah
desktop PC.
Wireless Connection with Access Point
Persiapan
Client dan Access Point
Access
point active via Software vendor
- Setup pertama anda melakukan instal driver
untuk Computer dengan perangkat yang akan digunakan sebagai Access Point.
- Bila anda mengunakan PCI wireless adaptor
jenis PCI card atau USB Internal Wireless pada sebuah computer, pastikan
sisi AP yang diinstall terlebih dahulu. Lakukan setup pada software untuk
mengaktifkan Access Point (AP) mode, dan bukan dari Windows Network
Configuration (gambar 1)
- Pada software Access Point, anda cukup
mengisi nama node network atau dikenal sebagai SSID. Misalnya pada
keterangan gambar dibawah dinamakan sebagai "pcgue". Setelah
anda mengclick Apply, maka Card Wireless akan mulai melakukan broadcast
atau mentramisikan nama "pcgue" sudah siap untuk koneksi
network.
Make
sure software PCI card in AP- Access Point mode
Name
PCI card "pcgue" to be access point name
Pada
posisi ini , Access point anda sudah siap digunakan
Client
mode
Untuk client mode dibagi 2 cara melakukan setup wireless network.
Pertama mengunakan setup dari software vendor dan kedua dari Zero Configuration
melalui Windows
First Way : Software vendor configuration
Setelah anda menginstall driver anda untuk client, dan mengaktifkan
PCI card atau USB card maka pada konfigurasi Wireless network akan menangkap
signal dari sebuah Access Point "pcgue". Anda cukup mengclick
"connect" untuk memberikan signal pada Access Point bahwa PC anda
ingin berhubungan dengan Access Point
Client
received broadcast signal from AP-Access Point
Bila
permintaan koneksi dari computer anda diterima maka akan ditampilkan pada
gambar dibawah ini (pada nama SSID terlihat tanda). Tanda centang dalam
lingkaran merah menandakan bahwa PC anda diterima untuk saling berhubungan
dengan Access Point. Bila Access Point mengunakan sistem security, anda juga
harus mengetahui jenis proteksi jenis apa yang digunakan Access Point sebelum
computer anda dapat berhubungan atau melakukan link network ke Access Point.
Link
computer client accepted by Wireless Access Point
Second
Way : Zero Configuration via Microsoft Windows Connection
Cara lain anda dapat mengclick pada bagian Icon network Wireless.
Bila setting pada software Wireless Network anda mengunakan Zero Configuration
maka akan ditampilkan seperti pada gambar dibawah ini. Selanjutnya anda click
pada "Allow me ....." dan computer anda sudah terhubung dengan dengan
Access Point
Setup
: Zero Configuration via Windows Connection
Pada
gambar dibawah ini adalah gambar ketika drive antara harddisk computer yang
mengunakan Access Point terlihat pada pada computer client. 
Artikel diatas adalah bagaimana cara untuk melakukan instalasi
mengunakan Access Point dan untuk Client Wireless Network.
Adhoc Peer to Peer ( Wireless without Access Point
Node )
Untuk
koneksi peer to peer atau dikenal sebagai Adhoc. Hal penting yang perlu
dipersiapkan adalah :
Pada
contoh dibawah ini digunakan setup melalui Zero Configuration Windows, pada
Adhoc mode sebuah nama network atau SSID nantinya digunakan untuk 2 computer
agar dapat saling berhubungan. Pada step pertama setting computer 1, anda tidak
perlu memikirkan apakah ada tanda tanda network sudah bekerja. Ikut saja
langkah seperti First Step dibawah ini. Karena 2 computer dengan koneksi Adhoc,
Network baru bisa bekerja bila terdapat 2 computer dalam keadaan hidup. Satu
computer memegang sebuah nama SSID, dan computer ke 2 yang melihat atau
mendengar broadcast dari computer pertama agar dapat bersatu kedalam network.
First
Step ; Computer 1
Salah
satu computer yang ingin melakukan link, harus terlebih dahulu memiliki nama
SSID. Pada gambar dibawah ini diberikan nama sebuah computer dengan SSID
"comp1".
Click
bagian network wireless paling kanan bawah windows dan akan ditampilkan kondisi
network dalam keadaan tidak ada koneksi untuk wireless network
Masuk
ke bagian advanced, maka akan tampil Wireless Network Connection. Click
Advanced dan pindahkan koneksi untuk ADHOC - computer to computer, dan click
close
Tahap
selanjutnya , masuk dan click di bagian Add. Maka akan tampil Wireless network
properties. Berikan nama SSID misalnya "comp1" dan click OK.
Selanjutnya tutup setting Wireless Network Connection. Biarkan
setting tersebut dan anda dapat memulai melakukan setting di computer lain.
Pada kondisi Adhoc mode, komputer pertama menunggu keberadaan computer lain
untuk masuk kedalam network yang dibuat.
Second
Step ; Computer 2
Click pada bagian layar Windows paling kanan bawah untuk koneksi
Wireless. Bila kondisi setup Network anda mengunakan Infrastructure, maka tidak
akan ditampilkan apapun pada layar. Masuk kebagian Advance dan akan tampil pada
gambar dibawah ini. Pastikan anda mengunakan koneksi Adhoc dengan mengclick
untuk setting Advanced. Bila masih pada mode Infrastructure, pindahkan ke mode
Adhoc.
Bila setting ini ini berjalan benar atau dalam Adhoc mode, maka
computer kedua akan menampilkan satu broadcast atau satu nama SSID
"comp1" dari computer pertama dan anda sudah dapat melakukan link ke
computer pertama dengan mengclick "Use Windows to Configure my wireless
network setting". Dan computer akan siap untuk saling berhubungan.
Pada gambar dibawah , setelah anda melakukan setting Adhoc pada
compute kedua. Tampilan pada icon sudah menunjukan koneksi peer to peer. Dan
network sudah siap digunakan untuk koneksi computer tama dan kedua.
Connect With Other Wireless Computer ( with Adhoc
Mode )
Bila anda ingin menghubungkan koneksi ke mode Adhoc computer
lainnya. Jangan lupa click pada bagian kanan bawah Windows dan pilih "View
Available Wireless Networks". Maka akan ditampilkan layar Windows seperti
pada gambar dibawah ini.
Open, WEP Encrypt 40/60 & 128 bit, WPA
Open
System dan Shared Key authentication
Sebelum menjelaskan sistem security wireless ada baiknya mengenal
pilihan Open dan Share.
Jawaban untuk Open atau Open system, diartikan network tidak memiliki
authentication dan mengijinkan perangkat / computer lain dan bebas memasuki
network yang ada tanpa adanya pengaman.
Sedangkan Shared key,
diartikan setiap perangkat atau computer yang ingin bergabung akan ditanyakan
kunci pengaman. Pada wireless network memiliki beberapa pilihan pengaman.
Standar umum security yang digunakan adalah WEP karena konfigurasi
Zero configuration atau sistem setup network Windows dapat langsung mengunakan
sistem pengaman dengan WEP. Sedangkan sistem pengaman lain adalah WPA , pilihan
kedua dari WEP. Konon lebih baik dan lebih mudah tetapi tidak semua hardware
memiliki sistem WPA dan sistem WPA diterapkan oleh para produsen pembuat
Wireless.
WEP
Untuk pengaman security WEP, untuk link kedalam network wireless
maka sebuah access point atau sebuah wireless card harus menempatkan sebuah
kata rahasia agar sembarang orang untuk masuk dan mengaccess network.
Untuk contoh disini digunakan sistem Access Point. Pertama pada sisi
Access Point dimasukan pilihan dengan WEP. Dan network wireless yang terhubung
harus memiliki code yang sama. Pada gambar dibawah ini adalah memasukan 5 code
rahasia dengan pilihan 64 bit encrypt. Atau pemakai juga dapat mengunakan code
lebih panjang dengan 128bit
Access
point - input encrypt code "abcde"
Untuk client dari network
yang ingin masuk kedalam network Access point juga harus dimasukan Encrypt Code
dengan code yang sama.
Pada gambar dibawah , kondisi ketika sebuah PC/notebook mengetahui
bahwa ada sebuah broadcast wireless network. Tetapi tidak dapat langsung masuk
kedalam network karena mengunakan sistem WEP dan software hanya mengenal adanya
sebuah broadcast wireless saja.
Sisi client, bila sebuah computer ingin masuk tetapi tertulis
koneksi mengunakan pengamana WEP, maka pemakai lain cukup memasukan code yang
sama pada gambar kedua dibawah ini dan memilih link WEP.
Client
can identification exist network but need Encrypt code before connect with
Access point
Input
Encrypt code for Client ex."abcde"
Bila
code Encrypt sama dan diterima, maka pada tanda yang dilingkari dibawah ini.
Software Wireless memberikan bentuk signal bahwa sebuah PC/notebook sudah
diterima oleh computer lain atau Access Point dan pemakai dapat masuk kedalam
network atau mengunakan fasilitas network.
After
input encrypt code - Client can identification one access point and link to
network Access point
WPA ( Wifi Protected Access )
Untuk
memproteksi networking dengan wireless, dengan menempatkan Encrypt atau code
khusus sebenarnya sudah cukup aman. Tetapi banyak komentar untuk memproteksi
Wireless Network tidak cukup dengan pengaman WEP. Misalnya dengan memasukan 5
huruf atau angka pada pengaman 40/64 bit bisa saja di coba atau diterka oleh penyusup
untuk masuk kedalam sebuah jaringan wireless network.
Alternatif yang baik disediakan dengan WPA.
Hardware
yang mengijinkan pemakai WPA umumnya telah memiliki sertifikasi produk setelah
Agustus 2003. Pengaman ini bukan sebuah tambahan tetapi dibuat oleh para vendor
tanpa standard IEEE. Dan cara untuk mengaktifkan security WPA memerlukan
hardware dan network card yang dibuat oleh vendor/pabrikan. Usahakan untuk
pemakaian proteksi sistem WPA , untuk mengunakan merek vendor yang sama atau
memeriksa perangkat software, apakah tersedia pengaman dengan sistem WPA.
WPA
ditujukan sebagai mengantikan WEP sebagai pengaman network SOHO
wireless atau home router sedangkan Wireless skala besar lebih banyak
mengunakan pengaman dengan standard RADIUS.
Misalkan
anda mengunakan sebuah router, pada option pilihan nantinya akan ditampilkan
WPA-PRE SHARED KEY, WPA RADIUS, RADIUS dan WEP. Pilih WPA-PRE SHARED dan pilih
option untuk WPA Algorithms dengan TKIP yang paling umum untuk SOHO dan masukan ke kunci rahasia / WPA Share key.
Disisi
client pada setelah computer menditeksi keberadaan client. Masuk ke bagian
Windows XP, Wireless Network Properties, masukan WPA_PSK (Network
Authentication) dan pilih TKIP (Temporal Key Integrity Protocol - Data
Encryption) yang umumnya digunakan pada SOHO atau home user dan kembali isi
Network key yang sama dengan Hardware Access Point.
Pada
contoh dibawah ini adalah configuration utility software, yang menyediakan
setup pengaman pada Access Point (AP) Wireless Network. Setup seperti dibawah
ini biasanya sudah disediakan oleh vendor/pabrikan..
Sedangkan disisi client, anda juga harus memasukan code WPA yang
sama seperti setup dari Access Point. Terlihat pada gambar dibawah ini ,
setting harus sama seperti setting di Access Point.
Bila code key yang anda masukan sudah benar. Maka tampilan seperti
pada gambar dibawah ini. Bila setup dilakukan dari driver vendor, juga terlihat
status koneksi pada computer ke Access Point dan status Autehtication pada
gambar terlihat mengunakan WPA.
Perbedaan
konfigurasi untuk WEP versus WPA
Security
|
WEP
|
WPA -Wi-Fi Protected Access
|
Panjang
|
64 atau 128 bit, Hex, chr atau number
|
Chr dan number 8 - 63 key
|
Setup client
|
Zero configuration & software vendor
|
Software vendor or update for Windows client SP2. Only Win2003
& XP
|
Compatible hardware
|
Usually support WEP
|
Not all hardware support or upgrade firmware
|
Update Win XP
|
|
Alternatif Pengaman Network ( Tomsnetworking )
Untuk alternatif terdapat beberapa cara tambahan atau saran untuk
pengaman jaringan Wireless
Enable
Mac Address filtering : Setiap network card dan
Wireless network memiliki nama tersendiri yang disebut Mac Address. Kode Mac
Address pada setiap card berbeda dengan yang lain. Pada perangkat Router atau
Access Point dapat melakukan filter atau penyaringan dari Mac Address ataupun
port dan IP address. Jadi kenali setiap koneksi yang masuk dan terdaftar pada
perangkat Access point berdasarkan nomor Mac Address. Bila terdapat hal yang
mencurigakan sebaiknya melakukan block pada koneksi yang tidak dikenal
Mematikan
hardware bila tidak diperlukan : Karena Router
wireless atau Access Point selalu melakukan broadcast dimana keberadaannya akan
terditeksi oleh client. Sebaiknya tidak menjalankan perangkat Access Point.
Cara ini memang terlalu sederhana dalam pengaman, tetapi efektif untuk menjegal
pengunjung yang tidak dikenal dan mencari cari dimana tranmisi wirelress
berada.
Tidak
ada kata aman untuk wireless network : Walaupun
beberapa sistem pengaman sudah tersedia, tetapi tidak menjanjikan network anda
aman untuk disusupi oleh tamu tidak diundang. Ada baiknya selalu merubah code key anda
secara berkala. Cara ini dapat menahan dan menghambat siapa saja yang mencoba
melakukan hacking pada network wireless anda.
Info
lain :
TKIP
- (Temporal Key Integrity Protocol)
PSK
(preshared key).
Intel
Wi-Fi Protected Access (WPA) Patch (Q815485) Can Cause
Connection Loss : Microsoft recently added a WPA patch for Windows* XP
based operating systems on their Windows Update web site. However, installing
Microsoft's WPA patch Q815485 on some computers with an Intel® PRO/Wireless
2100 LAN MiniPCI adapter and with Wired Equivalent Privacy (WEP) enabled causes
a loss of connection.
Zero Configuration ( Default Windows ) vs Vendor
Software ( Configuration Utility ), Which Better ?
Jangan bingung dengan
arti Zero Configuration Windows dan Setup software dari vendor Keduanya sama
dan untuk Zero Configuration untuk melalukan setup dari sistem Windows, sedangkan
setting lain untuk Wireless juga diberikan dari software vendor dengan option
lebih lengkap.
Zero Configuration adalah
setup melalui system operasi Windows seperti melakukan setup network biasa.
Pada dasarnya, Zero Configuration sama dengan software yang dibuat oleh vendor
Wireless tetapi lebih sederhana.
Zero Configuration
setup
Sedangkan gambar dibawah ini adalah setup melalui software dari
Vendor. Umumnya setup software Vendor memiliki option lebih lengkap dan pilihan
telah disediakan seperti WEP, WAP dan lainnya. Setting juga termasuk untuk
hardware wireless, seperti kekuatan tranmisi dari card atau hardware,
memberikan informasi data log atas siapa saja yang sedang terkoneksi.
S
oftware Vendor setup
Pendapat dan beberapa saran untuk pemakaian Wireless Network
Dibawah ini adalah
beberapa saran dan pendapat singkat dari keseluruhan artikel :
- Wireless Network tidak sulit digunakan,
dengan batasan jarak jangkauan standard hanya berkisar 30meter untuk
kecepatan maksimum. Semakin jauh jarak dan semakin besar halangan, koneksi
Wireless Network dapat drop bahkan terputus
- Jaringan Wireless sebaiknya mengunakan
pengaman karena mengunakan signal Wifi yang bisa saja ditangkap oleh
computer penyusup yang tidak dikehendaki.
- Sebaiknya mengunakan produk dari vendor yang
sama, sedikitnya anda membiasakan untuk melakukan setup yang seragam dari
suatu merek produk.
- Usahakan tidak mencampur standard antara
802.11a, b dan g.
- Periksa kebutuhan anda terhadap sistem
security terhadap hardware yang digunakan. Setidaknya menghindari
kemampuan masing masing hardware agar dapat seragam mengunakan sistem
security. Misalnya beberapa hardware harus dilakukan upgrade firmware
untuk sistem WPA.
- Mengunakan security pada Wireless Network
akan mengambil lebih besar bandwidth network sehingga dapat menurunkan
kecepatan.
- Untuk jarak jangkauan yang terbaik
mengunakan Hardware khusus access Access Point. Selain dapat ditempatkan
pada tempat tertentu, alat tersebut lebih mudah dipindah dan menjangkau
sudut area tertentu. Selain sudah cukup murah, hardware khusus sebagai
Access Point umumnya memiliki option sebagai router gateway atau bridge
network.
- Pemakaian USB wirelress adaptor memang
memudahkan pemakai dan dengan mudah dapat dipindahkan ke computer lain.
Tetapi karena power yang rendah, dipastikan alat tersebut memiliki daya
jangkau lebih rendah dari perangkat permanen seperti Access Point PCI
card, atau PCMCIA.
- Biasakan untuk melakukan setup dari sisi
besar ke kecil. Misalnya network anda akan mengaktifkan
Gateway/Router/Access point, bereskan disisi tersebut baru membereskan
sisi client yang terhubung.
- Awal pertama kali ketika mencoba Wireless
Network, sebaiknya tidak mengunakan kunci pengaman. Setelah semua
terinstall barulah anda memasang kunci pengaman untuk network.
- Gunakan hiden SSID untuk tidak menampilkan
nama Access Point sehingga pemakai diluar network sedikit bingung untuk
masuk.
- Disarankan tidak lebih dari 30 computer
terhubung pada satu AP-Access Point.
- Terakhir,
jangan pernah mempercayai bahwa pengaman network akan mampu mengamankan
jaringan LAN anda, teknologi hacking selalu berkembang bersama teknologi
digital. Dan tidak ada kata aman pada teknologi.
